Lima jam perjalanan dari Palembang melintasi pedesaan Sumatera Selatan membawa saya menuju Bumi Seganti Setungguan: Lahat. Ini perjalanan pertama saya menggunakan kereta api di daratan Sumatera.
![]() |
Sumber: Internet |
Gerbong kereta pun sudah semakin sepi ditinggal penumpang di stasiun-stasiun pemberhentian sebelumnya. Saya menghabiskan air mineral yang Kemas beli satu jam yang lalu, mempersiapkan tas dan menghabiskan buah rambutan yang tersisa. Tadi ada seorang ibu menjual satu baskom rambutan seharga 5 ribu rupiah. Banyak sekali.
Evan, teman baik saya saat kuliah di STAN, sudah menunggu kami di stasiun. Kami akan menginap dirumahnya malam ini.
Malamnya usai Solat Isya di masjid dekat rumah Evan, bermodalkan motor pinjaman, Evan mengajak saya dan Kemas jalan-jalan menikmati Lahat di waktu malam. Tak banyak tempat yang kami kunjungi.
Saya tak ingat apakah kereta yang kami tumpangi tadi melewati jembatan ini.

Saat kembali menuju rumah Evan, saya menghentikan motor dan mengambil gambar ini.
3 komentar:
Kapan ke Lahat lagi?
Itu jembatan di Sungai Lematang, kereta api dak lewat sano. :)
Dak tau lah dio. Wkt itu k lahat pas kak kharly nikah. Aku samo kemas transit tmpt evan.
Btw, ado lomba blog pesona sumsel. Cari be d google. Siapo tau dio minat.
Ayo di update :-D
Post a Comment